Sabtu, 19 Januari 2013

Mom, I Love U So

Assalamualaikum kawan :)

Hari ini aku ingin menulis sebuah kisah yang aku alami. Aku. . . adalah seorang anak yang belum bisa dibilang berbakti kepada orang tua :(. Anak yang dilahirkan pada tanggal 29 Februari 1992. Betapa bahagianya mereka telah lahir seorang anak perempuan yang lahir dengan selamat. Kata mamah, aku lahir nyungsang (lahirnya pantat dulu dari pada kepala :D). Aku juga heran kenapa aku lahir kaya gitu. Tapi mungkin itu sebuah keunikan yang tidak dialami oleh semua bayi di dunia. (Haha lebay :p)
Pengorbanan mamah sungguh berat. Beliau bertaruh nyawa untuk melahirkanku ke dunia. Dan menurutnya melahirkanku ini lah yang paling sulit diantara kedua saudara kandungku (kakak dan adikku).

Mah, terima kasih banyak atas apa yang telah kau berikan, atas apa yang telah kau korbankan untukku. . .
Aku, anakmu ini mungkin tidak bisa membalas semua jasa dan pengorbananmu selama ini. Aku baru sadar, aku beruntung memiliki ibu seperti mu. Mah. . maafkan aku. Aku sadar bahwa  aku ini bukan anak yang baik untukmu, aku bukan anak penurut seperti yang kau harapkan. Aku selalu membantahmu, aku selalu berkata dengan nada keras kepada mu, aku selalu tidak menuruti apa katamu. Betapa durhakanya aku ini ya Allah. Ampunilah dosaku :(

Mah, aku ingat, dulu. . . saat kau bilang "Feni, tolong belikan ini", aku dengan nada kerasnya menjawab "ga mau ah, beli aja sih sendiri mah, feni lagi sibuk" (Astaghfirullahaladziim, betapa bodohnya aku)
Saat kau menasehatiku, aku justru malah melawan. Saat kau memarahiku, aku malah membentak. Ya Allah anak macam apa aku ini? Kepada Ibunya sendiri saja aku seperti itu. Tapi aku malah bersifat baik pada orang lain, kenapa aku tidak bisa berbuat baik pada ibuku sendiri? (Aku dulu memang bodoh). Dulu adalah masa kekanak-kanakanku, sekarang aku bukan feni yang dulu, feni anak SD dan anak SMP ataupun anak SMK/SMA. Aku ini sudah dewasa, sudah tau mana yang baik dan buruknya. Jadi aku harus lebih baik dari yang dulu. Dan aku sudah buktikan itu.

Mah, maafin semua tingkah laku dan perkataanku padamu selama ini ya mah. Aku sadar, kelak aku akan menjadi ibu seperti mamah. Dan aku tidak mau nanti anakku berbuat apa yang pernah aku perbuat padamu. Aku ingin menjadi anak yang baik untukmu, aku ingin menjadi anak yang berguna, yang bisa membahagiakanmu. Kelak, aku akan membuatku bangga dan tak menyesal telah melahirkanku di dunia. Aku tahu marahmu karna kau sayang padaku, walaupun sering mamah marah berlebihan sampai menyubitku. Tapi cubitanmu mungkin tak sesakit saat engkau berjuang, menjerit mengeluarkanku dari rahimmu. Sembilan bulan tak akan terbayar oleh puluhan tahun aku mengabdi padamu mah, karna aku tau. . itu tak akan terbayar olehku. Pengorbanan seorang ibu jauh lebih besar dibandingkan apapun.

Mah. . . mamah tau tidak? Aku menulis ini sambil menitikan air mata. Tak tahan membendung air mata di dalam mataku ini. Aku teringat tingkah laku dan perilaku ku dulu yang pernah aku perbuat sama mamah. Betapa bodohnya aku ini ya Allah. Maaahh. . maafkan Feni ya :(
Terima kasih sudah menjadi ibu yang baik untukku mah.. :')

Mom, I Love you so :'(

Jumat, 18 Januari 2013

Muka-muka BF (Best Friends) ku :D

Assalamualaikum :)

Hari ini aku akan menceritakan tentang mereka, teman-teman baikku mulai dari SD hingga kuliah ini. Tapi ada sebagian foto teman baikku yg ga aku miliki, jadi maaf ya aku ga tampilin di sini :(

Ga usah nunggu lama-lama ya, yuk mariii check it out :D

Ini aku, Maslihah dan Masnu
Ok, ini adalah teman-teman baikku saat di SD dan SMP. Tapi ga dua-duanya teman SD siihh. Aku perkenalkan satu-satu ya :)
Wanita cantik yang di tengah ini adalah Maslihah, dia teman SD sekaligus teman SMPku juga. Dia juga teman kuliahku di Untirta tapi beda jurusan. Nah yang disebelahnya yang lagi mencet tombol itu adalah Masnuawati. Dia teman SMPku. Dulu kita satu kelas dan sering bermain sama-sama. Aku senang berteman dengan mereka. Mereka semua baik banget :)


Helawati
Nah. . . kalau yang ini namanya Helawati. Dia teman SMKku. Dia ga kalah baiknya dengan Maslihah dan Masnu. Dia teman terbaik yang pernah aku miliki. Sayang :(, sekarang dia jarang ada waktu untukku, karena dia harus mengurusi keluarga barunya. :(
Tapi kamu tetap jadi teman baikku kok ^_^


aku dan Icha
Kalau yang ini namanya Lisya Juanita. Tapi dia sering dipanggil Icha. Dia teman SMKku sekaligus teman kuliahku. Kita sering main bareng, foto2 bareng, dan berbagi suka duka bareng. Seru bersahabat dengannya. :D

Risca, aku, Tiara, Anis, dan Ajeng
Yang ini nih teman2 sekelasku sekarang. Ini teman2ku yang paling gokiiiiilll abiiiiss :D
Mereka yang selalu ada buat aku kalau di kampus. Kita sering bercanda2 bareng, tertawa2 bareng, cerita2 bareng, makan2 bareng, kumpul2 bareng, dan pacaran2. . *Eh yang ini mah ga donk ya, pacaran mah tetap ga bareng2. :D
Eh iya sampe lupa, belum dikenalin ya? :D
Maaf ya asik cerita duluan, hehe
Nih aku kenalin dari yang paling kanan ya, itu ada Ajeng Rosmala yang rambutnya panjang dan anti rambut pendek, dia yang paling konglet diantara kita semua. Haha maaf ya jeng :D
Di sebelah kiri Ajeng ada Siti Nur Anisa (Anis), yang pake jilbab orange. Dia ini yang suka lawakan, tapi kalau yang ga biasa dengernya mungkin akan tersinggung. Jadi buat anak mamah yang mudah tersinggung ga usah deket2 deh sama kita, nanti malah purik. Bahaya lagi nantinya :Dv
Lalu di sebelah kiri Anis ada Mutiara Dwi Sirait, dia orang Medan kawan. Dia cantik dan baik. Eh semuanya juga baik kok, kita ga ada yang pilih kasih :D
Disampingnya ada aku (yang pakai rok coklat). Ga usah dikasih tau ya kawan, kalian bisa liat di profilku. Hehe
Dan yang terakhir ada. . . Taaaaaaaaaaaaarrrrrrrrrrrrrrrrrrrraaaaaaaaaaa. . Risca Febrina. Huahaha
Dia ini yang paling kocak, gokil, and lucu menurut aku. Karena candaannya aku bisa selalu ketawa kalau deket dia. Yang tadinya sedih, kalau deket2 sama ini anak pasti langsung ganti chanel sedihnya jadi ngakak. Hehe

Nah, itu dia teman2 baikku. Tapi belum semuanya aku ceritakan, karena aku ga punya foto2 mereka :(
yang ga aku sebutin itu ada Nelvia Fitriyani (Teman SDku) dan Dewi Sartika (Teman SMPku).
Yang aku sebutin di sini itu adalah teman2 terbaik yang pernah aku miliki. Memang banyak sih teman baik yang aku punya, tapi ga sebaik mereka di atas ini. ^_^

Thank you for being my bestfriends. ^_^

Selasa, 15 Januari 2013

Senin, 14 Januari 2013

Puisi Cinta Untukmu

Assalamualaikum sahabat dumay, eh jgn sahabat dink takut malah aku dibilang kePDan lagi :D
ulang ya. . .
Assalamualaikum kawan dumay :) (perasaaan baru kali ini ngucapin salam di blog, wkwkwk maaf ya)

Hai kawan. .
Aku kembali menulis untuk yang kesekian kalinya, aku tak pernah lelah untuk berceloteh dengan kalian. Entah kalian membaca atau tidak, bukan itu yang terpenting. Yang terpenting adalah aku bisa menulis sesuka hatiku, mengeluarkan apa yang ada dipikiranku dan melatih writing skillku, ya ga? hehe

Hari ini, entah ada angin apa? Jam segini aku bangun untuk sahur, setelah sahur aku membuka laptop kesayanganku ini dan akhirnya menulis sebuah puisi yang terinspirasi dari pacarku sendiri. Aku begitu menyayanginya tak kenal lelah ataupun bosan, justru semakin hari aku semakin sayang padanya. (hehe. . kalau dia baca blog aku ini pasti senyum2 sendiri :P, love u aynk :*)

Bukan maksud untuk mengumbar kasih sayang sama pacar, tapi aku hanya berbagi inspirasi siapa tau bisa membuat kalian juga terinspirasi membuat puisi, ya ga? :D

Yuk kita langsung liat seperti apa puisi yang telah aku buat ini dengan sepenuh hati ^_^
(Asli 100% lho buatan aku sendiri, ga jiplaaakkk -_-)

Chek it out. . hehe


Cinta. . .

Cinta ini kita yang punya
Jagalah ia dan peliharalah ia
Agar ia bisa tumbuh dan berkembang
Dan akhirnya pun berbuah, berbuah kebahagiaan

Cinta ini apa adanya
Tak mengharap kamu ada apanya
Cinta ini tulus adanya
Mencintaimu dengan apa adanya

Cinta ini bagai sebuah benih
Benih yang harus dirawat
Dipupuk dan disirami
Agar tidak layu dan mati begitu saja


Benih cinta bukan di pupuk dengan kompos
Melainkan dengan kejujuran dan kesetian
Benih cinta tidak disiram dengan air
Melainkan dengan kasih yang saling mengasihi dan sayang yang saling menyayangi

Cinta . . .
Cinta ini kita yang punya, bukan mereka atau dia
Melainkan kita, aku dan kamu . . .

By Feni Febriani


Cukup sampai di sini dulu ah menulisnya, aku mau siap-siap melaksanakan Ibadah Solat Subuh ^_^
Terima kasih udah mampir ^_~

Wassalamualaikum . . . 

Isi Hati

Assalamualaikum kawan :)

Malam ini tepat pukul 23:42 aku menulis isi hatiku. Aku menulis ini karena aku baru saja membaca cerita yang membuatku sedih. Ya Allah. . . betapa ingin aku menangis mengeluarkan semua air mata yang telah terbendung. Aku menyadari bahwa betapa beruntungnya aku mendapatkan kekasih yang baik seperti dia. Tapi aku sadar, aku belum baik untuknya. :(
Aku selalu egois memikirkan kebahagiaan dan kesenanganku sendiri. Aku yang selalu manja, aku yang selalu ingin menang sendiri, aku yang selalu egois, dan aku yang selalu pemarah. .Tapi dia tak pernah mengeluh mempunya kekasih seperti diriku ini. Aku seharusnya sadar, betapa aku menyayanginya, aku ga mau kehilangan dia, tapi dengan sifatku yang seperti ku sebutkan tadi mungkin akan membuat aku kehilangan dirinya.

Kasih. . . maafkan aku yang kurang mengerti kamu. Mungkin kamu yang selalu mengerti aku. Kamu yang selalu ada untukku. Kamu yang selalu menenangkanku disaat hatiku sedang gundah dan sedih. Kamu seperti sahabatku sendiri. Bahkan lebih baik dari sahabatkku sendiri. Mereka (sahabatku) mungkin tak peduli betapa sakitnya aku, tak peduli betapa sedihnya aku, dan ga peduli betapa kesulitannya aku. Mereka lebih mengurusi kehidupannya masing-masing.Tapi kamu . . . kamu selalu ada untukku, kamu merupakan dua peran dalam hidupku, yaitu sebagai kekasih dan sahabatku.

Kasih. . . maafkan aku yang kurang peka. Aku suka kesal kalau kita ga jadi ketemu. Aku suka cemburu kalau kamu dekat dengan perempuan lain. Aku suka marah kalau kamu melakukan hal yang ga aku suka, walaupun hal itu sepele. Aku suka membesar-besarkan masalah yang menurutmu sepele. Aku terlalu egois, mementingkan perasaan sendiri. :(

Maaf. . . aku selalu membuatmu bingung, marah, kesal, bahkan jengkel. Tapi aku ga bermaksud seperti itu. Aku hanya ingin selalu bersama mu dan sering bertemu denganmu. Tapi aku tau waktumu ga hanya untukku. Itulah egoku, keegoisanku. Setiap kali aku kesal, kamu selalu merayuku, membujukku agar aku tak marah lagi. Dan kamu selalu berhasil membuatku tak manyun lagi. Di dekatmu aku senang. Di dekatmu aku tenang. Di dekatmu aku nyaman. Dan di dekatmu aku bahagia.

Kasih. . . maafkan aku yang kekurangan ini. Aku janji aku akan merubah sikapku. Aku akan menjadi perempuan yang baik untukmu. Aku akan menjadi perempuan yang pantas untukmu kelak. Aku akan berusaha untuk berubah. Merubah semua sifat manja dan kekanak-kanakan, sifat egois dan gampang marah. Aku janji aku akan lebih dewasa lagi dalam menyikapi masalah. Aku tak ingin begini terus. Bukankan Allah tidak akan merubah suatu kaum kalau bukan kaum itu sendiri yang ingin berubah? :')
Aku ingin membahagiakanmu sebelum aku benar-benar akan kehilanganmu. Tapi yang ku minta satu dari Allah, tolong jangan pisahkan aku dengannya. Aku janji tak akan aku sia-siakan dia. :(
Semoga Engkau meridhoi kami ^_^
Aamiin . . .

Kasih. . . aku sayang kamu, aku mencintaimu, aku ingin hidup bersamamu kelak bila Allah meridhoi. Aamiin :)



Amuzanie 061110

Minggu, 13 Januari 2013

Antara Memaafkan dan Tidak Memaafkan, Urusannya di Akhirat.

Setelah aku baca salah satu artikel dari komunitas Pengusaha Muslim Indonesia, aku begitu tertarik untuk copast dan berbagi pada kalian semua, semoga bermanfaat ya kawan :)

Nah.. kawan, ternyata maaf memaafkan itu sulit lho, ga segampang bilang "Maaf ya dul", "Maaf ya cing" atau "Woy maaf ya!" coba deh memintaa maaf dengan santun dan lapang dada, pasti terasa lebih indah dan nyaman di hati. Seperti yang akan di bahas tuntas di artikel yg telah saya copast di bawah ini :)

Ayo check it out kawan. . . :)


Di bawah ini, tertulis beberapa prinsip mulia Islam dalam etika berhubungan sosial dengan sesama makhluk terutama dengan seorang muslim.
1. Memaafkan Sebuah Kezhaliman Lebih Baik daripada Mendendam Dibawa Sampai ke Akhirat
Memaafkan seseorang yang pernah berbuat kezhaliman kepada kita, apapun bentuk kezhalimannya, adalah merupakan syariat Islam dan sesuatu yang diperintahkan di dalam Alquran yan mulia serta dicontohkan di dalam hadits Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang agung.
Memang berat, tapi ganjaran pahalanya juga sangat besar, yaitu diampuni Allah Ta’ala dosa-dosanya.
Mari kita perhatikan ayat dan hadits mulia berikut:
وَلَا يَأْتَلِ أُولُو الْفَضْلِ مِنْكُمْ وَالسَّعَةِ أَنْ يُؤْتُوا أُولِي الْقُرْبَى وَالْمَسَاكِينَ وَالْمُهَاجِرِينَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا أَلَا تُحِبُّونَ أَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ .. النور: 22
"Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat (nya), orang-orang yang miskin, dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. An Nur: 22).
Ayat ini diturunkan menceritakan kisah Abu Bakar Ash Shiddiq radhiallahu ‘anhu, yang telah bersumpah untuk tidak lagi membiayai dan menafkahi Misthah bin Utsatsah radhiallahu ‘anhu, karena Misthah radhiallahu ‘anhu termasuk orang yang mengatakan berita dusta tentang Aisyah radhiallahu 'anha.
Dan ketika Allah Ta’ala telah menurunkan ayat yang menjelaskan tentang keterlepasan Aisyah radhiallahu 'anha dari segala tuduhan yang telah dibuat-buat kaum munafik tersebut, kemudian keadaan kaum muslim menjadi tenang kembali, Allah Ta’ala memberikan taubat-Nya kepada kaum beriman yang ikut berkata dalam berita ini, dan diberikan pidana atas yang berhak mendapatkan hukuman karena perbuatannya.
Maka Allah dengan kemuliaan dan kemurahan-Nya, mengajak Abu Bakar Ash Shiddiq radhiallahu ‘anhu untuk memaafkan Misthah radhiallahu ‘anhu, yang juga merupakan anak bibi beliau, seorang miskin yang tidak mempunyai harta kecuali hanya dari pemberian Abu Bakar Ash Shiddiq radhiallahu ‘anhu saja, dan Misthah radhiallahu ‘anhu termasuk dari kaum Muhajirin serta telah diterima taubatnya oleh Allah Ta’ala, apalagi Misthah radhiallahu ‘anhu sudah mendapatkan hukuman pidana atas perbuatannya tersebut. Lalu apa sikap Abu Bakar Ash Shiddiq radhiallahu ‘anhu akhirnya, mari perhatikan hadits berikut:
أَنَّ عَائِشَةَ - رضى الله عنها - زَوْجَ النَّبِىِّ - صلى الله عليه وسلم – قَالَتْ: "... فَلَمَّا أَنْزَلَ اللَّهُ هَذَا فِى بَرَاءَتِى قَالَ أَبُو بَكْرٍ الصِّدِّيقُ - رضى الله عنه - وَكَانَ يُنْفِقُ عَلَى مِسْطَحِ بْنِ أُثَاثَةَ لِقَرَابَتِهِ مِنْهُ ، وَفَقْرِهِ وَاللَّهِ لاَ أُنْفِقُ عَلَى مِسْطَحٍ شَيْئًا أَبَدًا بَعْدَ الَّذِى قَالَ لِعَائِشَةَ مَا قَالَ ، فَأَنْزَلَ اللَّهُ ( وَلاَ يَأْتَلِ أُولُو الْفَضْلِ مِنْكُمْ وَالسَّعَةِ أَنْ يُؤْتُوا أُولِى الْقُرْبَى وَالْمَسَاكِينَ وَالْمُهَاجِرِينَ فِى سَبِيلِ اللَّهِ وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا أَلاَ تُحِبُّونَ أَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ ) قَالَ أَبُو بَكْرٍ بَلَى ، وَاللَّهِ إِنِّى أُحِبُّ أَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لِى ، فَرَجَعَ إِلَى مِسْطَحٍ النَّفَقَةَ الَّتِى كَانَ يُنْفِقُ عَلَيْهِ ، وَقَالَ وَاللَّهِ لاَ أَنْزِعُهَا مِنْهُ أَبَدًا
Aisyah radhiallahu 'anha Istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, "Ketika Allah telah menurunkan keterlepasanku (dari berita dusta yang disebarkan kaum munafik), Abu Bakar Ash Shiddiq radhiallahu ‘anhu berkata tentang Misthah bin Utsatsah radhiyallahu 'anha, yang mana Misthah adalah orang yang beliau nafkahi, karena hubungan kekerabatannya dengan beliau dan karena kemiskiannya: "Demi Allah, selamanya aku tidak akan menafkahi Misthah sedikit pun, setelah apa yang ia katakan tentang Aisyah radhiallahu 'anha", maka Allah-pun menurunkan ayat:
( وَلاَ يَأْتَلِ أُولُو الْفَضْلِ مِنْكُمْ وَالسَّعَةِ أَنْ يُؤْتُوا أُولِى الْقُرْبَى وَالْمَسَاكِينَ وَالْمُهَاجِرِينَ فِى سَبِيلِ اللَّهِ وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا أَلاَ تُحِبُّونَ أَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ )
"Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat (nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
Maka Abu bakar berkata, "Tentu, demi Allah, aku menginginkan agar aku diampuni Allah Ta’ala". Maka beliau kembali memberi nafkah kepada Misthah yang dulu beliau beri nafkah. Dan beliau berkata, "Demi Allah, aku tidak akan meninggalkan nafkah untuknya." (HR. Bukhari dan Muslim. Lihat Tafsir Alquran Al Azhim, karya Ibnu Katsir rahimahullah).
Kawan pembaca…saya yakin Anda paham ceritanya…
Jadi…Abu Bakar radhiallahu ‘anhu yang awalnya ingin menghentikan membiayai Misthah radhiallahu ‘anhu, disebabkan Misthah radhiyallahu 'anhu termasuk orang yang ikut berkata akan berita dusta tentang Aisyah radhiallahu 'anha yang telah diprakarsai oleh kaum munafik, tetapi setelah melihat ganjaran pahala yang begitu besar dari Allah Ta’ala jika beliau memaafkan Misthah radhiallahu ‘anhu, maka Abu Bakar radhiallahu ‘anhu pun memilih untuk mendapatkan ganjaran tersebut, yaitu berupa ampunan dari Allah Ta’ala, daripada menyimpan dendam yang tiada habisnya. Allahu Akbar!.
Maafkanlah kesalahan saudara-saudara seiman kita, apapun kesalahannya, jangan dendam tersebut selalu menyesakkan dada kita, apakah kita tidak mau mendapatkan ampunan Allah Ta’ala. Memaafkan = Mendapat Ampunan Allah Ta’ala.
2. Memaafkan Harus Dibarengi dengan Perasaan Lapang Dada
Kesempurnaan sikap memaafkan adalah jika dibarengi dengan perasaan lapang dada, yang menganggap seakan tidak pernah terjadi apa-apa sebelumnya.
Sebagian mungkin bisa memaafkan tetapi tidak bisa lapang dada, contohnya:

Si A telah memaafkan B, orang yang pernah berbuat salah kepadanya tetapi:
- si A tidak ingin lagi bertemu dengan si B,
- si A malas untuk berkumpul bersama dengan si B lagi,
- si A masih selalu mengungkit kesalahan si B,
- si A tidak mau lagi berurusan dengan si B,
- si A tidak lagi mau menolong si B, jika si B membutuhkan pertolongan,
dan contoh-contoh yang lain masih banyak. Mungkin bisa cari sendiri.
Padahal, kalau kita perhatikan ayat-ayat suci Alquran, maka seorang muslim diperintah untuk memaafkan dengan dibarengi lapang dada, mari kita perhatikan:
وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا [النور: 22]
"…dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada…" (QS. An Nur: 22).
Di dalam ayat yang mulia ini terdapat pelajaran yaitu: Perintah untuk memaafkan dan lapang dada, walau apapun yang didapatkan dari orang-orang yang pernah menyakiti. (Lihat Tafsir al Karim Ar Rahman fi Tafsir Al Kalam Al Mannan, karya As Sa'di rahimahullah).
فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاصْفَحْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ [المائدة: 13]
"…maka maafkanlah mereka dan lapangkanlah dada, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik." (QS. Al Maidah: 13).
Ayat yang mulia ini memberi beberapa pelajaran:

1. Sikap memaafkan yang dibarengi dengan perasaan lapang dada adalah sifatnya seorang muhsin.
2. Seorang muhsin keutamaannya adalah dicintai Allah Ta’ala. Dan keutamaan orang yang dicintai Allah Ta’alaadalah:
- Masuk surga.
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رضى الله عنه قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَتَى السَّاعَةُ قَالَ « وَمَا أَعْدَدْتَ لِلسَّاعَةِ ». قَالَ حُبَّ اللَّهِ وَرَسُولِهِ قَالَ « فَإِنَّكَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ ».
Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu berkata, "Seorang lelaki pernah datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan bertanya, "Wahai Rasulullah, kapan hari kiamat?" Beliau menjawab, "Apa yang telah kamu siapkan untuk hari kiamat?" Lelaki itu menjawab, "Kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya." Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda, "Maka sungguh kamu akan bersama yang kamu cintai." (HR. Bukhari dan Muslim).
- Diharamkan oleh Allah Ta’ala untuk masuk neraka.
عنْ أَنَسٍ رضى الله عنه قَال: قَالََ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- « والله, لاَ يُلْقِى اللَّهُ حَبِيبَهُ فِى النَّارِ ».
Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu berkata, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Demi Allah, tidak akan Allah melemparkan orang yang dicintai-Nya ke dalam neraka." (HR. Ahmad dan dishahihkan di dalam kitab Silsilat Al Ahadits Ash Shahihah, no. 2047).
- Dicintai oleh seluruh malaikat 'alaihimussalam dan diterima oleh penduduk bumi:
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ - رضى الله عنه - قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - « إِنَّ اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى إِذَا أَحَبَّ عَبْدًا نَادَى جِبْرِيلَ إِنَّ اللَّهَ قَدْ أَحَبَّ فُلاَنًا فَأَحِبَّهُ فَيُحِبُّهُ جِبْرِيلُ ، ثُمَّ يُنَادِى جِبْرِيلُ فِى السَّمَاءِ إِنَّ اللَّهَ قَدْ أَحَبَّ فُلاَنًا فَأَحِبُّوهُ ، فَيُحِبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ وَيُوضَعُ لَهُ الْقَبُولُ فِى أَهْلِ الأَرْضِ » .
Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Jika Allah Tabaraka wa Ta’ala mencintai seorang hamba, maka Allah Ta’ala memanggil Jibril: "Sesungguhnya Allah telah mencintai si fulan maka cintailah fulan", maka Jibril pun mencintainya, kemudian Jibril menyeru di langit: "Sesungguhnya Allah telah mencintai si fulan maka cintailah kalian fulan", maka penduduk langit pun mencintainya dan baginya pun penerimaan/rasa simpatik penduduk bumi". (HR. Bukhari).
Gimana kawan artikelnya? Bagus kan? Semoga bermanfaat ya. ^_^
Moga kita bisa menerapkan dengan baik dan benar di kehidupan nyata ya. Aamiin ^_^